Pages

Thursday, March 13, 2008

Klise

Salah seorang anak saya pernah bertanya, tentang bagaimana mengenali sahabat yang baik. Alahai, ingin saja saya mengakui yang saya sendiri masih tercari-cari. Tapi, mana mungkin saya tunjukkan sikap acuh tak acuh terhadap persoalannya itu? dengan penuh yakin saya cuba menasihatinya. Cubalah jauhi kawan-kawan yang sebegini:

Sahabat yang tamak: ia sangat tamak, ia hanya memberi sedikit dan meminta yang banyak, dan ia hanya mementingkan diri sendiri. Sahabat seperti ini terlalu ramai jumlahnya, kadang-kadang tanpa sedar kita sudah berdampingan dengannya.

Sahabat hipokrit: ia menyatakan bersahabat berkenaan dengan hal-hal lampau, atau hal-hal mendatang; ia berusaha mendapatkan simpati dengan kata-kata kosong; dan jika ada kesempatan membantu, ia menyatakan tidak sanggup.

Sahabat pengampu: Dia setuju dengan semua yang kamu lakukan tidak kira betul atau salah, yang parahnya dia setuju dengan hal yang dia tidak berani untuk menjelaskan kebenaran, di hadapanmu ia memuji dirimu, dan di belakangmu ia merendahkan dirimu atau mengkhianati amanahmu. Bila telah di percayai, dia khianati. Bila telah di cintai, dia dustakan.

Sahabat pemboros dan suka hiburan: ia menjadi kawanmu jika engkau suka berpesta, suka berkeliaran dan melepak pada waktu yang tidak sepatutnya, suka ke tempat-tempat hiburan dan pertunjukan yang melalaikan. Dia juga suka diraikan setiap masa.

Sahabat yang membawamu semakin jauh dari Allah: Seorang yang tidak menambah kebajikanmu di dunia, lebih2 lagi di akhirat. Seorang yang tidak menambah manfaat kehidupanmu di akhirat, bukanlah temanmu yang sebenar.

Eh, macam betul-betul aje saya ni. Anak saya yang sedang meningkat remaja tu semacam terkedu dengan hujah-hujah saya. Entahkan dia faham atau tidak? mungkin lebih untuk memahamkan diri saya sendiri hahaha!

5 comments:

Mak Su said...

sebenarnya, setiap pertanyaan, setiap jawapan, adalah pengajaran dari Si Dia untuk kita... (betul tak?)

Manjlara said...

betul tu maksu, kdg2 rasa anak2 ni cepat benar dewasa huhu!

CikguZue said...

ibu dan bapalah yang menentukan hitam/putihnya kehidupan anak...beratkan amanah tu, Manja

blackpurple @ jowopinter said...

Memang susah memilih sahabat yang 'lurus'. Sahabat atau kawan? Hmmm...

Salin kulit lagi ya? :)

Manjlara said...

cikguzue - ya, berat sungguh kalau sudah diberi nama 'amanah' tu.

black - kalau ikutkan saya, saya lebih suka berkawan saja drp bersahabat, tp budak2 skrg suka sgt ingin tahu byk perkara :)

salin kulitla...byk kulit free!