Pages

Monday, July 27, 2009

Kisah di subuh hari

Seorang pemuda bangun awal pagi untuk menunaikan solat subuh di masjid. Dia berpakaian, berwudhu' dan berjalan menuju masjid. Di pertengahan jalan menuju masjid, pemuda tersebut jatuh dan pakaiannya kotor. Dia bangkit, membersihkan bajunya, dan pulang kembali ke rumah. Di rumah, dia berganti baju, berwudhu' dan berjalan lagi menuju ke masjid. Dalam perjalanan kembali ke masjid , dia jatuh lagi di tempat yg sama!

Dia, sekali lagi, bangkit, membersihkan dirinya dan kembali ke rumah. Di rumah, dia sekali lagi, berganti baju, berwudhu dan berjalan menuju masjid. Di tengah jalan menuju masjid, dia bertemu seorang lelaki yg memegang lampu. Sewaktu dia bertanyakan tentang identiti lelaki tersebut, lelaki itu sekadar menjawab "Saya melihat anda jatuh 2 kali di perjalanan menuju masjid jadi saya bawakan lampu untuk menerangi jalan anda..."

Dia mengucapkan terima kasih dan mereka berdua berjalan ke masjid. Saat sampai di masjid , dia bertanya kepada lelaki yang membawa lampu untuk masuk dan solat subuh bersamanya. Lelaki itu menolak. Dia mengajak lagi hingga berkali-kali dan, lagi, jawapannya tetap sama. Lalu dia bertanya, kenapa menolak untuk masuk dan solat? Lelaki itu menjawab: Aku adalah IBLIS (setan). Dia terkejut dgn jawapan lelaki itu. Setan kemudian menjelaskan, "Saya melihat kamu berjalan ke masjid, dan sayalah yang membuatkan kamu terjatuh. Ketika kamu pulang ke rumah, membersihkan badan dan kembali ke masjid , Allah memaafkan semua dosa-dosamu. Saya membuatmu jatuh kedua kalinya, dan bahkan itupun tidak membuatkan kamu berubah fikiran untuk bersolat di rumah saja. Kamu tetap memutuskan untuk kembali ke masjid. Disebabkan itu, Allah telah memaafkan dosa-dosa seluruh anggota keluargamu. Saya khuatir jika saya membuat kamu jatuh utk kali ketiga, jangan-jangan Allah akan memaafkan dosa-dosa seluruh penduduk desamu pula! jadi saya harus memastikan bahwa anda sampai dimasjid dengan selamat...."

Itu hanyalah kisah yang tidak diketahui akan asal-usulnya. Namun amat wajar untuk dijadikan teladan buat diri kita. Usahlah biarkan setan mendapatkan keuntungan dari setiap perbuatannya. Jangan melepaskan sebuah niat baik yang hendak kita lakukan kerana kita tidak pernah tahu ganjaran yanga kan kita dapat dari segala kesulitan yang kita temui dalam usaha kita untuk melaksanakan niat baik tersebut. Wallahualam.

2 comments:

dhan said...

salam kak..
thanks share citer ni... :)

manjlara said...

salam dhan,
terima kasih kembali :)